(not a) Vampire

Hampir tiga bulan pengangguran! Never thought I’ll enjoy it this much. Beneran gak pernah merasa bosen, karna tetep ada kegiatan sih, macam les, nulis, dll.

Gak berangkat ke kantor somehow bikin kangen, kangen meeting, kangen tenggelam di dunia IT Jakarta yang gosipnya banyak banget, kangen merindukan makan siang, kangen gak perlu mikirin apa yang harus dilakukan hari ini, karna kalau lagi kerja, permasalahannya ada banyak, thus made me thinking of what should I do for tomorrow, jadi gak pernah bingung harus ngapain untuk membangun diri sendiri, kangen juga sama jalan Sudirman yang macet parah.

Belajar menulis bukan hal yang mudah, apalagi komitmen untuk menulis cerita panjang, kyaaaaaa, hal tersulit di sini adalah disiplin, disiplin, dan disiplin. Belum lagi punya suami yang juga doyan baca, rasanya jadi minder kalau tulisan di review, hehe. Lama banget gak nulis, somehow jadi mulai lagi dari awal untuk mengumpulkan Mojo yang sempet terlupa, so wish me luck. 

Anyway, kemarin waktu di Goethe, ada anak Goethe (yah lupa namanya) yang nanyain ke diriku dong “Cici Masih SMA atau udah Kuliah?”

I know right!

I look a lot younger than the actual anak Kuliah jaman sekarang (lah PD). hahaha I was thanking her for the compliment, and then I hugged her.

Kemudian ngobrol lah sama suami, I was so proud saying that I look so young and made me curious if I’m a Vampire that never gets old! Eh kamudian suami bilang gini:

“Emang ada Vampir yang Ndut?”

Advertisements

ngegosip mahal

kaki ini pegel sekali. 1 oktober kemarin abis ikutan “Colour Run” 5km. iya. yang ceritanya lari 5km terus dilemparin tepung jagung berwarna.

dulu gue adalah salah satu manusia yang bilang “Masa Lari aja bayar? siapa sih yang mau?” dan ternyata gue jadi salah satu orang yang bayar 240k buat lari 5km. Sempet mikir it’s such a waste of money sih pas mau daftar, tapi ternyata racepack nya lumayan, dapet kaos + kacamata (selebihnya ga reusable).

gue pun musti bersyukur karna ternyata masih dikaruniai temen gak waras d dunia ini yang mau diajakin bayar buat lari. hehe, temen dari SMA, namanya Tyas ama Bekti, kalau ga sama mereka mungkin boring kali.

pas daftar sih niat banget dalam hati ini (cciyeh) mau lari, tapi pas hari H, agaknya niatnya mulai menyusut, dari yg pengen olahraga, jadi beralih ke Gosip! hahahaha, jadi lah ajang “Lari” itu jadi ajang jalan kaki sambil nge gosip dan dapet medali. warbyasa lah.

gue termasuk yg payah sih, padahal cuman jalan sambil nge gosip, tapi kok rasanya 5km jahuh juga yahhhhh, baru jalan bentara, gue nanya ke etmen gue

” ini udah satu kilo belom yah”

“ini udah setengahnya belom yah”

“gaes, masa ada yang nge bubur sih kan belum finish” (padahal pengen)

“gaes, dapet minum haratis gaes”

color run seru sih, bikin bangun pagi, loncat2 pas finish (plus foto2), ketawa gara2 ada yg pake rok balerina yang membuat gue berpikir ulang… ini acara lari atau lagi comic con? foto-foto, panas-panasan, ngeliatain couple yg ikutan color run terus mereka cium-cium pas foto, agak geli sih liatnya, tapi gue tetep liatin karna gue mah kepoan. wkwkwkwk

dan, the Gossip was totaly worth it, hahahah (salah fokus)

adagio

So today is literally a week after my last day from a previous company, yes, I am having a sabbatical, yes I’ve mentioned it in my previous post 😀

I am taking it because of reasons, and my husband convince me that I deserve it since I’ve never get any, which is true, right after I graduated, I solely go to work, and so on and so on and so on, until I am here.

I will take some online courses just to make my brain healthy and not let it shrinks 😀 and for my (other) preparation too, my husband calls it Investing on yourself.

At first I was so afraid for having a sabbatical, and I questioned myself,  will I stressed? Will I feel bored to death? Because, you know, get your arse out of routine somehow felt scary. I then talked with my husband that I can do the juggling without give up my job, but umm… I believe I sounded unsure when I talked to him 😀 , then he said that the juggling now is different, it is too much, there are additional responsibilities and if I bite more than I can chew, that’ll bad for my sanity. He then helps me creating goals for my sabbatical and encouraging me to be a writer, which is my dream since I was little, the dream that’s been buried for a long time, but he dug it, and bring it back to me.

This morning I had my tea, and have my heart feel blessed, for having a Man that always support and believe me more than I believe myself, and I never thank him enough for it. Ich liebe dich, mein Mann :*

requiem

hari ini Chester Bennington took his own life, his death is all over the internet, and some says that this was because of depression.

I was a kind of person that didn’t believe in such thing, I mean, Suicide? really? and… depression? I was a kind of person that always thinking that everything has its way out, there’s no way to feel depressed or such, besides, I don’t dare to hurt myself, suicide must be really painful and I don’t want to feel hurt.

but again, that was me, until I had a dream about me being depressed and I decide to take my life. I wasn’t afraid about the process and the pain of suicide, I was only thinking about how to end the feeling of the depression, because I couldn’t handle it anymore, and the answer is suicide. when I woke up, I felt a really weird feeling, that I am afraid if one day I’ll really have that feeling : Depression. this is serious thing, and no one deserves to be depressed.

we’ll always love you, Chester, thank you for helping me through my days with your music.

sauer

sebenernya, rasa permen ini ga terlalu asem, enak sih malah, tapi masalahnya adalah, rasa asem ini sama sekali di luar ekspektasi. Not at all.

Karena, awalnya dibilang “Nih, coklat buat kalian semua”. See? Katanya coklat, otomastis dong lidah udah siap-siap nampung rasa manis-manis agak pahit khas coklat, kemudian Muti (temen les gue), dengan sigap langsung memangsa hal yang katanya coklat tersebut, yang tiga detik kemudian, dia pasang tampang asem….. Bukan… bukan mukanya jadi asem, tapi ekspresi orang yg unexpectedly makan makanan asem, semacam dikasih kuis dadakan, hati ini belum siap. wkwkwkw

Penasaran.

akhirnya gue coba juga, ternyata asem beneran, meski enak, tapi asem. Ini. bukan. Coklat.

Turns out ini adalah permen buah… yg rasanya asem.

Pesan moral: Kalau mau bawa oleh-oleh. Hendaknya dicek dulu nama barangnya. Hehe 😀 (dari si cirin yg dikasih oleh-oleh bukannya bilang makasih, tapi malah nawar)

books

Lagi bingung banget beresin rumah, sempet kepikiran bahwa nanti mau rumah sebesar apapun, barang bakal numpuk.

Tapi at least gue mesti beres-beres dooong, sampai akhirnya ngeh bahwa hal yg paling berserakan adalah buku. Buku yang terlalu disayang, meski udah dibaca tetep dipajang, dalam sebulan bisa beli beberapa buku, ada yg beneran dibaca, ada yg dilupain juga, sampe pas lagi iseng nyari buku baru sadar kalau “Wah gue punya buku ini ya!”

2 tahun lalu gue dan suami beli Kindle, dengan alasan kalau pergi kemana-mana ga akan bingung bawa buku apa, tinggal bawa kindle, and Voala, semua buku ada di sana. Tapi penyakit lama masih kambuh, kalau pergi ke toko buku, masih aja pengen beli buku Fisik, “karna lebih berasa” kata orang-orang ya. Buat gue, bukan “karna lebih berasa” sih, tapi karna enak dipajang dan bagus aja gitu keliatannya rak buku penuh, sampai akhirnya our little apartment penuh sama buku, dan kemudian kami memutuskan untuk lebih memaksimalkan Kindle/e-book reader ini, mulai beli buku elektronik aja kalau bisa, kecuali hal-hal collectible seperti Harry Potter edisi Khusus, and such and such. Kindle udah cukup ngasih fasilitas baca buku yang oke banget sih buat kami berdua, kecuali buat baca buku-buku technical, Kindle masih kurang oke sih, nah buat baca buku technical, bisa diakali dengan baca di Tablet aja 😀 makannya kami mau pindah ke e-book reader, Fully… (semoga beneran dikerjain ya, meski godaan beli buku fisik pasti ada),

Terus gimana sama buku-buku fisik yang sekarang?

Rencananya buku-buku mau di filter, mana yg kita mau tetep simpen, dan mana yg mau dikasihin, kebanyakan buku-buku technical punya suami bakal dihibahkan ke yg lebih membutuhkan, buku-buku Pm-ing/ BA-ing sepertinya mau gue hibahkan ke kantor gue saat ini  (mudah-mudahan berguna)

descant

“Mas Nuuuuur”

Iya, saya teriak begitu nyampe di depan kantor, jam 11 siang, dan belum ada siapa – siapa, pager masih ditutup semua, dan….. ada anjing nge gonggong kenceng banget, dan bikin saya ngerasa dibenci (elah baper),

takut ga Rin? ya takut lah! mana belum pernah main sama anjing sebelumnya.

Kemudian pager dibuka, dan anjing mas masih gonggongin saya, untungnya dia diiket gitu, jadi meskipun dia agresive, saya selamet selamet aja. Anjingnya lucu banget, Corgi! Ini pertama kali liat corgi di kehidupan nyata! wkwkwkkw, pengen banget main sama corgi nya, tapi galak

Siangan, pergi makan siang sama mbak Wieky + Asa, karna lagi pengen hedon aja, begitu balik lagi kantor, saya gak liat corgi di halaman kantor, otomatis saya tanyain dong ke yang jaga… “Mas Anjingnya mana?”, kemudian beliau jawab “Wah, udah dibawa ke dalem kantor sama mbak Felly”, and I was like… “kyaaaaaa” Tuh anjing lucu satu biji, meskipun lucu, tapi galak, begitu masuk kantor, dan denger suara saya, si corgi nge gonggong kenceng sekali! and I was verry scared!  tapi kemudian cici felly bilang gini (ke anjingnya yah) “Don’t bark! she’s my friend!” eh keajaiban pun tiba cuy, si corgy lucu imut itu berhenti menggonggong, dan jadi baiiik!

Kata cifel (cici felly) nama anjingnya Kipod,

kata mbak wieky, kadang dia dipanggil cipot,

Saya pun memutuskan untuk manggil si lucu corgi itu cipot, karna terdengar  lebih imut aja sih, sama lebih gampang.

cipot jadi artis di kantor, pada main sama dia, oiya, dia bisa “Shake hand” juga dooong! Terus dikasih treat bacon (yang dibawa cifel) setelah shake hand, bisa dengan gampang disuruh duduk juga. Doi paling lucu kalau udah selonjoran, udah macam pewe banget aja posisinya. haha! Sorean, si cipot keliatan gelisah, trus dibawa cifel keluar, katanya itu ciri-ciri dia pengen pup, karena penasaran, saya ikut-ikut keluar, pengen lat (hehe), ternyata doi cuman pengen pipis aja. Cici fel tiba-tiba nyodorin talinya cipot sambil bilang “Nih Rin, sambil latian punya Anjing” waaaaah, diriku bahagia doong, terus main-main sama cipot… jalan-jalan ke depan kantor sambil liatin cipot menandai pohon-pohon di sekitar komplek, iya, dia pipis di tiap pohon.

kemudian saya pengen banget punya corgi.

mau…..

Screen Shot 2017-07-04 at 4.08.45 PM

Photo by: Princess Wieky