sanity

sedari kecil udah suka banget sama jepang, iya, gara kartun-kartun hari minggu yang tayang mulai sekitar jam 06.00 wib kemudian lanjut maraton sampe jam 10.30 wib.

kecintaan sama jepang juga didukung oleh komik-komik yang dikonsumsi dari kecil, tentu saja doraemon adalah pelaku utama yang menenggelamkan diri ini sampe hampir ke dasar lautan per-wibu-an

nah, sekarang, bukannya makin menjauh, tapi malah makin suka sama anime jepang, sekarang itu mulai agak males nonton, lebih milih baca light novel aja (kalau udah ada transalasinya)

hobi baca light novel jepang sebenernya agak nyebelin, bukan apa-apa ya, tapi ya harganya masih mahal (lebih-kurang 7 USD per buku, seringnya lebih), satu buku berasa kurang tebel (ya namanya juga  light novel),  satu seri bisa belasan buku loh. hih. udah gitu kadang nunggu translasinya juga lama, kalau ga sabar, bisa sih cari gratisan baca yang fans translation, tapi ya namanya translasi gak komersil, jadinya kurang enak dibaca. (hamba gak punya kekuatan apa-apa nih tanpa kemampuan berbahasa jepang)

lalu kenapa balik lagi ke jepang-jepang-an?

setelah resign, kegiatan memilih hiburan buat ngisi waktu itu cukup luang, tontonan buat orang dewasa itu banyak sebenernya, tapi entah kenapa berasa membosankan (?), coba cek drama korea… ternyata sekarang udah gak kuat nonton yang super cheesy seperti demikian

terus akhirnya iseng  nonton ‘erased’, anime jepang yg  di Netflix lagi termasuk pada kategori ‘recently added’ dan juga ‘recommended’.

ternyata bagus banget. nangis dong! (atau gue-nya aja cengen sih)

sejak saat itu jadi sering scrolling di section anime Netflix, eh terus nemu ‘classroom of the elite’, gue pun nonton semua yang tersedia, dan ternyata belum tamat.

you know tat feeling kan? penasaran. kzl.

terus ceritalah gue ke temen mengenai anime ini, trus dia cerita bahwa ‘classroom of the elite’ adalah adaptasi dari web novel yang jadi light novel, dan dia kasih link web novelnya juga dong.

yes, dari situlah hobi baca light novel dimulai. gara-gara tau web novel, jadinya malah cari-cari light novel yang bagus. kenapa milih baca light novel ketimbang web novel? ya karna translalsinya niat, jadi udah enak banget dibaca

so, sekarang hiburan ultimate gue adalah game (berbagai console, gue bukan fanatik sama satu console ya), anime, dan light novel. it feels good.

setiap lagi melakukan kegiatan di atas, gue merasa kabur dari dunia nyata, dan tenggelam di lautan imaji para mangaka. sesungguhnya buat gue ini mirip dengan terapi untuk mempertahankan sanity sih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s